Kamis, 10 Juli 2014

Bangkit ketika semua orang mengira kau tidak akan pernah bisa bangkit


23 Juni 2014 pukul 6:59
Saya tidak terlalu suka menonton pertandingan sepak bola sebenarnya. Jadi, menurut saya tidak ada yang istimewa dengan piala dunia. Hanya tahu bahwa beberapa orang bahkan rela begadang demi menikmati siaran langsungnya, padahal jelas esok pagi akan ada siaran ulangnya. Jadi ngga perlu kan ber ngantuk ngantuk ria.. hehehhe.. itu kalo saya lhoo... karna tidak tahu kenikmatan apa yang dirasakan para pecinta bola..
Well.. pagi tadi saya "terpaksa" menonton bola ketika sedang menyiapkan baju buat raker jam 8 pagi. Hanya geleng geleng ngga jelas melihat si bapak serius sekali menghadap ke televisi.. males banget mendengarkan kicauan protesnya melebihi pembawa acara bola.
Singkat cerita selesailah saya menyetrika, sementara saya iseng ikut ikutan menonton pertandingan yang kata si bapak tinggal 8 menit lagi.
Di sudut kiri atas televisi tertera nama negara amerika dan portugal dengan skor 2-1. Beberapa pemain amerika yang baru saja mencetak gol kedua kok jadi sering jatoh yaa.. heheheh...
Oke lah.. ngga mau sok tahu dengan hal itu karena fokus saya bukan mengomentari jalannya pertandingan.
Ada satu pesan terselip dalam pertandingan ini. Sekali lagi saya bukan penggemar sepak bola yang fanatik sekali mendukung tim negara tertentu (habis gak ada Indonesia).
Waktu yang hanya tersisa 8 menit kemudian dipotong dengan jatuhnya beberapa pemain AS yang hitunglah kira-kira 3 menit saja. Maka tersisalah waktu sebanyak 5 menit. Mungkin rasanya seperti sudah di ujung tanduk. Mana mungkin bisa mencetak gol paling tidak satu saja dalam waktu terbilang singkat. Para supporter tidak lagi mengaum meneriakan yel nya.. beberapa pemain portugal pun terlihat tidak lagi antusias bermain. Jelas supporter AS yakin sekali mereka akan menang, saya rasa sama yakinnya kalau kelak portugal akan pulang ke kampung halaman.
Tapi apa yang terjadi?
Akhirnya, Selecao das Quinas berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2 sama lewat pemain pengganti Varella, yang menyundul bola dengan memanfaatkan umpan Ronaldo 20 detik menjelang laga berakhir.
Luar biasaaa... ini sangat luar biasa bagi saya. Seseorang yang sudah berada di depan kekalahan biasanya mentalnya akan jatuh dan menyerah. Tapi tidak bagi mereka. Inilah mental juara. Ketika semua org melihat kita terjatuh, ketika mereka bahkan tidak yakin kita bisa bangkit dan berdiri di ujung waktu.

Tapi mental juara bahkan tetap bisa bangkit di detik detik terakhir.. SO NEVER GIVE UP! Jangan menyerah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar